SanIsidro

sanisidrocultura.org

Penjaga gawang Myanmar akan diberikan suaka di Jepang


Jepang akan memberikan suaka kepada seorang pesepakbola dari tim nasional Myanmar yang memberi hormat anti-kudeta selama pertandingan di luar Tokyo dan menolak untuk terbang pulang, kata laporan-laporan Jumat.

Penjaga gawang pengganti Pyae Lyan Aung mengangkat hormat tiga jari saat lagu kebangsaan dimainkan sebelum kualifikasi Piala Dunia melawan Jepang pada Mei.

Dia kemudian mengatakan dia telah memutuskan untuk mencari suaka di Jepang karena hidupnya akan “dalam bahaya” jika dia kembali ke Myanmar.

Negara Asia Tenggara itu berada dalam kekacauan sejak kudeta militer Februari, dengan lebih dari 900 tewas dan lebih dari 7.000 ditangkap dalam tindakan keras berdarah, menurut kelompok pemantau lokal.

Salut tiga jari sering digunakan sebagai bentuk perlawanan oleh pengunjuk rasa selama demonstrasi.

FILE — Demonstran memprotes kudeta militer di Myanmar di luar stadion Fukuda Denshi Arena di Chiba pada 28 Mei 2021, menjelang pertandingan sepak bola kualifikasi grup F Piala Dunia FIFA Qatar 2022 zona Asia antara Jepang dan Myanmar. (Foto oleh CHARLY TRIBALLEAU / AFP)

Beberapa media besar Jepang, mengutip sumber anonim, mengatakan pemerintah telah memutuskan untuk memberikan position pengungsi pemain.

Pengacara pesepakbola itu mengatakan kepada AFP bahwa dia tidak mengetahui hasil dari klaim suaka, menambahkan bahwa kliennya akan melapor ke kantor imigrasi Osaka pada 20 Agustus.

Penyiar publik NHK mengatakan agen imigrasi Jepang berencana untuk mengesahkan position pengungsi pemain minggu depan. Agensi tidak segera dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Jepang hanya menerima lusinan permohonan suaka setiap tahun.

Tetapi pada bulan Mei, kementerian kehakiman mengatakan penduduk Myanmar yang sudah berada di negara itu akan dapat memperpanjang masa tinggal mereka sebagai tindakan darurat.

Juga pada bulan Mei, dua pejabat di kedutaan Myanmar di Tokyo diberhentikan karena junta memecat staf diplomatik di seluruh dunia yang menentang kudeta.

Kedutaan mengatakan kepada kementerian luar negeri Jepang bahwa visa diplomatik untuk pasangan itu tidak akan berlaku lagi – tetapi tidak ada tindakan yang diambil untuk mencabut visa mereka, kata seorang pejabat kementerian kepada AFP, Jumat.

CERITA TERKAIT

Dapatkan berita olahraga terpanas langsung ke kotak masuk Anda

Baca Selanjutnya

Jangan sampai ketinggalan berita dan informasi terbaru.

Berlangganan INQUIRER As well as untuk mendapatkan akses ke The Philippine Day by day Inquirer & 70+ judul lainnya, bagikan hingga 5 gadget, dengarkan berita, unduh sedini 4 pagi & bagikan artikel di media sosial. Hubungi 896 6000.

Untuk umpan balik, keluhan, atau pertanyaan, hubungi kami.



Resource url

Please follow and like us: